Buntut Keracunan Massal 333 Siswa: Presidium Mahasiswa Mataram Raya Desak Evaluasi Total dan Pencopotan Eko Prasetyo
Merespons tragedi keracunan makan bergizi di Lombok Tengah, Presidium Mahasiswa Mataram Raya Muhammad Sapiin hari ini mengultimatum Kepala BGN NTB Eko Prasetyo agar mundur bila terbukti gagal melindungi nyawa siswa.
“Kami mengecam keras kelalaian operasional ini karena nyawa anak sekolah dasar dipertaruhkan akibat manajemen dapur yang buruk, sehingga BGN NTB harus segera mengambil tindakan hukum tegas hari ini.”
Insiden tragis tersebut meracuni 333 siswa sekolah dasar di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah pada Jumat pagi akibat mengonsumsi kebab ayam bermayones yang diproses tanpa standar keamanan pangan memadai.
Merespons krisis ini, Sapiin mendesak BGN NTB hari ini di Mataram untuk mengaudit total infrastruktur logistik seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi agar kelalaian perusak program nasional ini tidak terulang.
Meskipun Eko Prasetyo menangguhkan izin operasional dapur tersebut di Lombok Tengah pekan ini, mahasiswa menilai sanksi administratif itu lemah mengingat pelanggaran rantai pasok ini mengancam keselamatan jiwa.
“Sanksi penutupan sementara sama sekali tidak cukup memberikan efek jera, kami menuntut penerapan sanksi pidana bagi pengelola dapur yang secara sadar mengabaikan infrastruktur rantai dingin saat mendistribusikan makanan.”
Temuan lapangan di Batukliang pada hari kejadian membuktikan ketiadaan kotak insulasi termal saat distribusi makanan pagi hari, sehingga memicu perkembangbiakan bakteri mematikan yang menghancurkan esensi program gizi gratis.
Oleh karena itu, mahasiswa Mataram Raya bersatu bulan ini di NTB untuk mengawal kasus tersebut, memastikan aparat kepolisian memproses pidana pihak yang meracuni anak-anak demi memangkas biaya operasional.
Kemarahan Sapiin di Mataram hari ini memuncak setelah Ombudsman NTB menyingkap maladministrasi pengawasan program belakangan ini, membuktikan kelemahan fatal sistem BGN terhadap perlindungan keselamatan penerima manfaat.
Presidium Mahasiswa secara tegas mengingatkan BGN di NTB agar bulan ini memprioritaskan keselamatan nyawa anak-anak di atas target penyaluran harian dengan mematuhi standar mutu gizi mutlak.
“Jika Eko Prasetyo tidak mampu membenahi sistem pengawasan yang bobrok ini dan menjamin keamanan pangan anak-anak kita, saya berikan ultimatum keras: mundur dari jabatan Kepala Regional BGN NTB jika tidak becus!”
Sebagai penutup, aliansi mahasiswa Mataram Raya mengancam menggelar demonstrasi besar-besaran di NTB dalam waktu dekat jika tuntutan pembenahan radikal dan ultimatum pengunduran diri tersebut diabaikan otoritas.
